Tak Mau Kasih Uang Saat Di Minta, Kakek Ini Di Kroyok Hingga Babak Belur

Paring (88) kakek penjual celengan kendi yang terluka, diduga akibat dipukul oleh preman, sampai saat ini sudah berada di rumahnya. Ia mengaku tidak akan jualan lagi.
Sebelumnya, Paring yang menjual celengan kendi dari tanah liat di sekitar Jalan Veteran dan Jalan Sunan Muria, Kudus itu menjadi perbincangan hangat warganet, sejak minggu (7/6) malam.
Dia mengaku telah di pukuli dua kali di bagian kepala. Akibatnya, terjadi luka sobek di pelipis kepalanya. Pria kelahiran Demak ini berupaya melakukan perlindungan semampunya. Namun tenaganya yang lemah karena usia, membuatnya tetap tak berdaya saat diserang.
Preman ini di duga dipukuli lantaran tak mau mengasih kan uang saat di minta. Kakek 7 cucu ini berupaya menjelaskan apa maksudnya sampai dia dipukuli. Yang jelas, sebelumnya, ada orang mendatanginya untuk mengingatkan letak dari dagangannya itu.
Tiba-tiba, terjadi adu mulut antar mereka. Ujungnya, terjadi pemukulan terhadap kakek Paring. Hingga luka di pelipisnya. Ketika ditanyakan apakah uangnya hilang.
"Uang tidak hilang. Ada uang 2 juta tidak hilang. Barang dagangan juga tidak hilang," ungkapnya.
Mahtiah menceritakan perjuangan kakeknya. Untuk sekali berangkat, Paring bisa sampai satu atau dua minggu baru kembali ke rumah. Dengan penghasilannya tak tentu. Biasanya bisa sampai Rp 500 ribu.
"Celengan kendi dijual Rp 30 ribu. Kadang ada yang beli dengan harga lebih tinggi. Karena kasihan," ungkapnya.
Mahtiah juga membeberkan keinginan kakeknya sekarang, yaitu tidak akan jualan lagi. "Kapok jualan usai kejadian ini," pungkasnya.
0 Response to " Tak Mau Kasih Uang Saat Di Minta, Kakek Ini Di Kroyok Hingga Babak Belur"
Post a Comment